Posts from the ‘Pengalaman Lucu’ Category

Namaku Tina

Berawal dari salah sambung di Hpku cerita ini dimulai. Hari minggu kemarin Saya menerima salah sambung dari entah siapa yang jelas saya tidak kenal dari siapa. Tapi yang pasti suara cewe’ yang merdu dan manja. Setalah saya angkat HPku kemudian terjadi dialog dengan misteriphone tersebut.

Misteri Phone : ” Haloo…bisa bicara dengan Randy…

Karena saya termasuk orang yang jujur dan tidak mudah bohong saya menjawab dengan begini…

Maaf mba’ anda salah nomor…ini bukan Randy tapi Dody…” kataku dengan sedikit gemetar karena asliku bukan Dody tapi Tuyi..

Diapun ngga’ sungkan-sungkan mengenalkan namanya

Saya Tina rumahku jl. mawar no 25 Tegal, samping Swalayan Indomaret”

Mendengar suara si misteriphone yang manja dan terkesan genit saya sudah berpikiran yang macam-macam. Dengan sedikit merayu saya ganti menggoda.

Boleh main ngga..?” Kataku

Boleh aja, rumah saya terbuka kok untuk yang mo main…” jawabnya

Semakin penasaran saya dibuatnya sama si Tina itu.

Percakapanpun  melebar sampai kemana-mana yang intinya dia mau kalo saya datang ke rumahnya.

Celingak-celinguk saya waktu ngomong di HP, takut juga kalo ketauan istri (hahaha…) *namaya juga lagi nyari ban serep* (kalo ada)

Singkat cerita Besoknya saya datengin rumahnya si Tina itu

Dengan penuh Percaya Diri serta rambut yang klimis dan dandanan yang rapih, Saya memberanikan diri main ke rumahnya.

Sesampainya di depan rumah, sesuai dengan alamat yang disebutkan. Saya menetuk pintu dengan lembut sambil berucap.

Assalamu’alaikum….” kataku

Wa’alaikum salam….”  (*wah..wah…ada yang njawab= red*)

Dibalik pintu udah ada cewe’ yang manis and cakep agak bule, dalam pikiranku Nih pasti si Tina yang kemarin yang nyasar  di HPku….

Nih pasti Tina kan..,yang kemarin telpon…” tanyaku dengan semangat 45nya.

Bukan Mas, Tinanya ada di dalam Saya ini Pembantunya, Silahkan Masuk Mas…?” jawabnya.

Makin penasaran Saya ini, dalam hati Saya berpikir (gimana majikannya Ya…, wong pembantunya aja cakepnya bukan main…)

Agak lama Saya nungguin Tina untuk keluar, sebenarnya kalo saja saya ngga’ ngebayangin si Tina (*yang manja dan seksi*)saya mungkin udah langsung kabur. Tapi wahh….pikiranku berdebar-debar dibuatnya. Oleh si Tina teman baruku yang suaranya seksi dan manja.

Ngga’ lama kemudian pembantu tadi kembali dengan menggendong seekor kucing.

Lho..mba’ Tinanya mana….?”

Ini Lho Tina kucing kesayanganku….

Dengan berlaga bego cewe’ tadi pura-pura nanya ke kucingnya…

Nih…Tina ada yang mo kenalan…?”

Siya’ut…saya dikerjain Nih… (* pikirku*)

Dengan gaya ngga’ PD lagi saya dan rambut udah berdiri mirip Scooby Doo akhirnya saya nyelonong keluar…

dan Pas di pintu keluar  Saya baru mengucapkan salam…sambil berkata..

Dadahhhh Tina….Saya salah alamat Ya…?”

Nih Dia Tina Lagi digendong
Nih Dia Tina Lagi digendong


Gara-gara Ringtone

Tanpa sengaja Saya kemarin ketemu sama Kang Dalban di Perempatan jalan desa yang menuju rumahku. Setelah dia memanggilku kemudian kami sempat dialog.

Kang Dalban : ” Yiii….gimana kabarnya…. waras…?”

Tuyi : “ Alhamdullilah waras Kang, ada apa ya Kang…?”

Kang Dalban : “ Makasih ya Yii…?”

Tuyi : Makasih apa Kang saya jadi bingung….. :rool:

Kang Dalban : “ Berkat ringtone kamu Saya tidak ilang Hpnya..”

Tuyi : “ Wah Kang Saya tambah bingung apa to maksudnya

Setelah Kang Dalban bercerita ngalor ngidul, saya baru tahu kalo ucapan terima kasihnya untuk saya yang telah mengisikan ringtone ke HPnya yang belum lama dia beli. Hingga waktu Kang Dalban ke Jakarta (namanya juragan bawang : red) ada kejadian  bahwasannya Kang Dalban mau dicopet HPnya waktu naik bis Kota.

Begitu Si tukang copet ngerogoh sakunya Kang Dalban, Hp Kang Dalban berbunyi. Mau tahu bunyinya apa……….

copeeettttttttttttt..copeeetttttttttt…copeeetttttttt…”

Selanjutnya tukang copet itu kaget, dan spontan digebukin sama orang satu bus. (weleh..weleh….ckckckckc). Selamat Deh.. HP Kang Dalban.

Emang saya isi ringtone yang bermacam-macam ada bunyi suara hewan, sura hantu, sampai suara memaki-maki orang. Maklum yang punya waktu itu ngga’ tahu (alias udik Binti katro”). Dan untuk ringtone teleponnya  saya isi suara tadi…

Sebagai balas budi kang Dalban Ngasih ini   Disini

Hikhikhikhik…. :lol:

Biar udik asal nggaya…

hpKang Dalbal yang udik baru saja panen bawang dengan untung yang besar, dia pengin bangetz beli Handphone (HP). Maka ia pergi ke counter HP.

Kang Dalban : ” Mba saya mau beli HP”

Sales : ” Ini Mas…?”

Kang Dalban : ” Lho..Kok ngga’ nyala…?”

Sales : ” oo..ini belum ada kartunya, Mas harus beli kartunya dulu…?”

Kang Dalban : Ya, udah saya beli kartunya. Kasih nomor yang cantik ya…? “ (Idihh..udik Kok, ngerti nomor cantik…”-red)

Setalah itu Kang Dalban pulang ke kampungnya, tapi Dia heran Kok ngga’ bisa dipake tuh HP. Maka besoknya ia datangi lagi sales tokonya.

Kang Dalban : “ Kamu ini gimana sih, kok HP ini ngga’ bisa dipakai di kampung saya…?”

Sales : Ooo..itu karena kampung Mas ngga’ ada sinyal “

Kang Dalban : ” Lha situ kok ngga’ bilang dari kemarin.., ya udah saya beli sinyalnya sekalian, jualan kok sendiri-sendiri begitu

Sales : “@#%$#&^%$@#$%^”  :mrgreen: :roll:

Setan Juga Punya Perasaan

setanSebenernya kejadian ini udah lama Tuyi alami, yaitu ketika  Masih kuliah di Jakarta (lebih tepatnya di UNJ Rawamangun kampus A).

Waktu itu kami (rombongan bertiga dari Brebes) kost didaerah Pasar sore Rawamangun Muka, disebelah Pasar Sunan Giri. Pas sebelah Komplek Pemakaman Umum (TPU) Utan Kayu namanya, kami bertiga tinggal.

Tinggal di kontrakan kamar petak di lantai 2 (loteng). Kalo melihat sebelah terhampar luas komplek pemakaman yang kata orang sebelah rumah termasuk makam yang lumayan angker.

Walalaupun kami bertiga sekamar tapi tak jarang kalo pulang ke kontrakan tak pernah bareng. Dikarenakan kami bertiga selepas kuliah ada kegiatan tambahan yang bermacam-macam.  Ada yang freeland di tempat usaha milik orang lain, ada yang ngeles prifat dan ada yang freeland di restauran ternama. Lunayanlah buat nyari tambahan tuk beli buku dan foto kopi.
Read more…

Ditunjuk Setan

setanKamis pagi tetangga tuyi ada yang meninggal dunia. Malam harinya (malam Jum’at) mengadakan kendurian di rumah orang yang meninggal tadi. Jarak rumah tuyi dengan orang yang meninggal sebenarnya tidak jauh-jauh amat, hanya saja melewati jalan yang agak gelap karena di kampung tuyi lampu penerangan masih jarang listrikpun sering padam karena memakai diesel.

Suasana kendurian benar-benar sakral, hingga yang mengikuti sampai larut malam. Tepat jam 22.00 Wib Kenduripun selesai, semua orang pada pulang begitupun tuyi adanya. Suasana gerimis diringi dengan nyanyian jangkrik dan kodok, tuyi berlalu di kegelapan.

Sesampainya di tempat yang tuyi sebutkan tadi (agak gelap), tuyi melihat sesosok orang tinggi besar penuh bulu pas didepan tuyi, menunjuk ke arah tuyi. Dalam pikiran tuyi apakah ini yang dinamakan Genderuwo…? Antara sadar dan ngga’ sadar tuyipun kringetan dibuatnya. Sambil gemetar tuyi baca-baca “Ayat kursi”. Sampai habis tuyi baca Orang tinggi besar tadi masih menunjuk tuyi. Terus baca lagi surat “Alfatihah” sampai habis…orang tinggi besar tadi masih menunjuk ke arah tuyi, baca Qulhu sampe habis…juga masih nunjuk tuyi. Setelah terdiam sebentar tuyi baru ingat saat-saat kecil tuyi main sweaat. dimana kalo Telunjuk pasti kalah dengan Gajah.

Inget itu langsung saja tuyi kasih jempol tangan kanan tuyi.….dan terjadilah ternyata orang tinggi besar tadi bilang…“Wah..Wah..wahhhh kalah aku…..Yaudah kamu yang menang…”

Serius Amat bacanya ini kan cuma guyonnnnnnnnnnnnn………..

masinisss…..,berhenti

Ini adalan posting pertamaku setelah hampir seminggu nggak posting lagi karena mudik lebaran dan liburan di rumah istriku di Blora. Saat Aku dan keluarga (Tuyi’s Family) mudik ke Blora beberapa waktu lalu, ada kejadian yang lucu dan sangat lucu untuk saya ceritakan selama perjalanan.

Kejadiannya begini, seperti biasanya Tuyi’s Family (terdiri dari Aku, istriku dan Dua Anakku yag Masih balita) selalu mudik ke kampung halaman (Blora) saat-saat Lebaran tiba. Dan seperti biasa pula, pulangnya mengunakan angkutan massal yang banyak dinaikki orang yaitu Kererta Api (Sepur). Karena tuyi termasuk kaum elite (ekonomi sulit), maka menggunakan kereta yang elit juga (alias kelas ekonomi non Bisnis). Pagi-pagi sekali sekitar jam 04.30 tuyi’s family sudah nyampai distasiun Tegal tuk ngantri tiket. Saat itu pula sudah stanbay kereta Tegal Arum jurusan Tegal-Pasar senen (Jakarta) di jalur 1 sedangkan jalur 2 Kereta Kali Gung jurusan Tegal-Poncol Semarang yang nantinya akan Aku naiki.

Selesai beli tiket seharga 16 ribu per unit orang Tuyi’s family bergegas dan langsung naik pesawat kereta yang ada di jalur 2 yaitu kereta Kali Gung jurusan Semarang. Nggak lama kemudian sekitar jam 05.00 kerera mulai berangkat, begitu juga yang kearah jakarta yaitu Tegal Arum juga berangkat.

Karena tuyi’s famiy anaknya masih kecil-kecil maka deretan bangku di depan tuyi diisi oleh orang lain yaitu seorang Ibu (kalo Aku taksir umurnya sekitar 50-an).Untuk menghilangkan kejenuhan dalam perjalanan Aku kerap bertanya pada si Ibu yang ada didepanku.

Sendiria aja Nih Bu…,mana anaknya, emangnya mau kemana Bu…” (tanyaku)
Read more…

Dasar Pelit…..,

Kisah ini bermula waktu Aku ke jakarta 2 Minggu lalu naik bus Dedy Jaya dari Klampok Brebes menuju Jakarta. Masih dalam perjalanan naiklah sepasang suami istri setengah baya dari terminal Tanjung. Mereka kelihatan sekali baru naik bis antar kota dari tindak tanduknya.

Oleh karena Bis penuh penumpang sepasang suami istri tersebutduduk terpisah. Si Istri duduk di depan (belakang sopir), suaminya paling belakang (kebetulan di sebelahku). Nggak lama kemudian naiklah seorang pengamen. Setelah berbasa-basi kemudian dia menyanyikan lagu, selesasi nyanyi seperti biasa Pengamen mengumpulkan uang recehan dengan kantong pembungkus permen Kopiko sebagai uang saweran.
Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya.