Kisah ini bermula waktu Aku ke jakarta 2 Minggu lalu naik bus Dedy Jaya dari Klampok Brebes menuju Jakarta. Masih dalam perjalanan naiklah sepasang suami istri setengah baya dari terminal Tanjung. Mereka kelihatan sekali baru naik bis antar kota dari tindak tanduknya.

Oleh karena Bis penuh penumpang sepasang suami istri tersebutduduk terpisah. Si Istri duduk di depan (belakang sopir), suaminya paling belakang (kebetulan di sebelahku). Nggak lama kemudian naiklah seorang pengamen. Setelah berbasa-basi kemudian dia menyanyikan lagu, selesasi nyanyi seperti biasa Pengamen mengumpulkan uang recehan dengan kantong pembungkus permen Kopiko sebagai uang saweran.

Permisi Bu…Permisi Pak….(kata Si Pengamen sambil menyodorkan kantongnya ke setiap penumpang).

Tak terkecuali Pada si Ibu yang duduk di belakang supir tadi. Si Ibu tadi nyawer Rp 500,-

Giliran nyampai ke Bapak di sebelahku Si Bapak tadi berujar…..

“Aku udah kan..? “(kata Si Bapak) Belum sempat Pengamen njawab. Si Bapak Melanjutkan

“Itu sama Si Ibu yang pake baju batik coklat kerudung putih duduk di belakang sopir memakai sandal japit merah ( Kata si Bapak sambil berdiri menunjuk ke arah istrinya)

Si Pengamen Melongo sambil mbatin dalam hati (dasar pelit nyawer 500 perak aja penjelasannya ribet amat).

Kemudian pengamen tersebut turun dari bis sambil berujar Dasarrrrrrr Pelitttttt………