setanKamis pagi tetangga tuyi ada yang meninggal dunia. Malam harinya (malam Jum’at) mengadakan kendurian di rumah orang yang meninggal tadi. Jarak rumah tuyi dengan orang yang meninggal sebenarnya tidak jauh-jauh amat, hanya saja melewati jalan yang agak gelap karena di kampung tuyi lampu penerangan masih jarang listrikpun sering padam karena memakai diesel.

Suasana kendurian benar-benar sakral, hingga yang mengikuti sampai larut malam. Tepat jam 22.00 Wib Kenduripun selesai, semua orang pada pulang begitupun tuyi adanya. Suasana gerimis diringi dengan nyanyian jangkrik dan kodok, tuyi berlalu di kegelapan.

Sesampainya di tempat yang tuyi sebutkan tadi (agak gelap), tuyi melihat sesosok orang tinggi besar penuh bulu pas didepan tuyi, menunjuk ke arah tuyi. Dalam pikiran tuyi apakah ini yang dinamakan Genderuwo…? Antara sadar dan ngga’ sadar tuyipun kringetan dibuatnya. Sambil gemetar tuyi baca-baca “Ayat kursi”. Sampai habis tuyi baca Orang tinggi besar tadi masih menunjuk tuyi. Terus baca lagi surat “Alfatihah” sampai habis…orang tinggi besar tadi masih menunjuk ke arah tuyi, baca Qulhu sampe habis…juga masih nunjuk tuyi. Setelah terdiam sebentar tuyi baru ingat saat-saat kecil tuyi main sweaat. dimana kalo Telunjuk pasti kalah dengan Gajah.

Inget itu langsung saja tuyi kasih jempol tangan kanan tuyi.….dan terjadilah ternyata orang tinggi besar tadi bilang…“Wah..Wah..wahhhh kalah aku…..Yaudah kamu yang menang…”

Serius Amat bacanya ini kan cuma guyonnnnnnnnnnnnn………..