trumpetTahun baru kemarin bener-bener membuat banyak orang bersuka cita, mulai dari anak kecil, remaja, dewasa sampai manula sekalipun pada riang gembira melepas tahun 2008. Menyambut tahun baru 2009 dengan suka cita dan bahagia.

Tak terkecuali anakku yang masih di TK dari sore sudah merengek minta dibelikan terompet tahun baru. Kebetulan rumahku berada didaerah diluar kota alias di pedalaman.

Demi anak supaya tidak rewel melulu kami sekeluarga  berboncengan naiik sepeda motor pergi ke alun-alun Kabupaten, tempat orang-orang berkumpul merayakan tahun baruan.

Setelah sampai di keramaian kuparkirkan motorku di pelataran parkir. Melihat orang yang berlalu lalang dan banyaknya orang jualan terompet dan pernak-pernik tahun baru anakku ngga’ rewel lagi.

Lalu kami sekeluarga muter-muter cari hiburan dengan berjalan kaki. Disamping kiri jalan sepertinya ada yang memanggil saya…

” Mas…Mas…sini mas tolongin saya ” Katanya.

Lalu kusamperin orang yang memanggil saya, dan ternyata seorang nenek-nenek beserta anak kecil yang sedang digandeng..

” Ada apa mbah…?, apa yang harus kutolong ” Tanyaku.

” Ini…Nak, tolong tiupkan terompet cucuku dari tadi kok ngga’ mau bunyi padahal tadi waktu beli masih bunyi ” Pintanya..

” Sini Mbah Aku lihat dulu….?” Jawabku

” Eladalahh…Mbah..Mbah pantesan saja ngga’ bunyi, wong ini giginya tertinggal di terompet Kok…” Kataku

” Saya hitung giginya ya mbah…1….2…3…MasyaAllah ada 3 Mbah…” Jawabku.

” Nih giginya kubuang, udah bisa dicoba lagi…”

” Teet…teet….teet….. ” bunyinya nyaring sekali..

” Terima Kasih Ya…Nak…..Mbah udah merepotkan” Jawab si nenek

” Ya…Mbah sama-sama permisi Mbah…..”

Kami melanjutkan jalan-jalan ke seputar alun-alun, kemudian anakku udah mulai merengek-rengek minta terompet tahun baru.

Lalu aku mendatangi satu penjual terompet yang warna-warni coraknya serta bentuknya juga banyak macamnya. Tetapi penjualnya Ibu-ibu yang sudah tua (kalo ditaksir berumur 60 tahunan).

” Mbah…Mbah…beli terompet Mbah…” Pintaku

” Ya…ya…tinggal pilih mau yang mana….” jawab pedagang

” Nah yang itu Mbah, yang agak besaran dikit ” jawabku

Setelah diambilkan pedagang tadi memberikan kepadaku….

” Coba dulu  Mbah…siapa tahu ngaa’ bunyi…” kataku

” Coba sendiri ya Mas….Ngga’ papa Aku takut…” jawabnya

” Lho kok takut,  jualan terompet kok takut sama terompet…” Kataku

Takut gigiku lepas lagi, wong ini aja udah habis....” ( sambil mangap dia pamer gusinya).

” Eladalah…ternyata kasusnya sama dengan si Nenek tadi….” batinku menjawab.

” Okelah Mbah…takcoba ya….? ”

” Teett…Teet…Teet….bunyinya nyaring sempurna ”

” Berapa Mbah  harganya….”

” Ya…Mas….untuk mas gratis…aja karena ngga’ ngrusak gigiku…”

Hehehe….inilah cerita awal tahun baru yang banyak korban gigi, ada ngga’ yang punya kasus serupa…?