Lihatlah betapa berat penderitaanya

Lihatlah betapa berat penderitaanya

Saya akan menceritakan kejadian temen saya yang pernah dialami beberapa bulan yang lalu. Temen saya itu pernah mengalami kecelakaan sepeda motor yang membuatnya dia stress (1/2 gila). Gimana tidak stress coba…itu karena kecelakaan tersebut telah merenggut kebahagiaan keluarganya. Dia sekarang kehilangan anak dan istrinya karena kecelakaan itu (meninggal dunia), dan hanya dia yang selamat setelah terjadi kecelakaan beberapa bulan yang lalu.

Dia kini hanya bisa merenung, diam seribu bahasa, mengangguk dan menggeleng saja setiap kali diberikan pertanyaan oleh orang lain.

Kemarin saya sempatkan menjenguk temen saya itu, yang sekarang berada di Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Sudah lama tidak ketemu dan pengin tahu sudah sejauh mana sih perkembangannya setelah dirawat.

Setengah jam bertemu saya merasa miris, karena sudah tiga bulan dirawat di RSJ ternyata masih tidak menunjukkan kesembuhan yang berarti. Dia hanya bisa merenung, menggangguk dan menggeleng setiap saya tanya.

Padahal temen saya itu semasa kerjanya termasuk orang yang rajin dan berdedikasi tinggi. Saya sering bekerja sama dalam hal pekerjaan dan sering main bersama disaat-saat waktu luang atau liburan dengan keluarganya. Tapi melihat kondisi sekarang saya merasa kasihan dan kasihan.

Sebelum bercerita panjang, pembaca tahu nggak apa yang saya ceritakan…?

Dijawab dalam hati aja ya…?! Soalnya Kalo  mengangguk ataupun menggeleng nanti saya khawatir jangan-jangan tertular temen yang kuceritakan diatas…

Maaf temen semua bukan bermaksud untuk menyamakan dengan temen saya, tapi emang kalo ditanya jangan hanya mengangguk ataupun menggeleng saja...jadi kena Deh..Just kidding :mrgreen: