Kegemaranku setelah istirahat dirumah sepulang dari kantor adalah jalan-jalan keliling  kota naik sepeda kesayanganku si “Londo”. Londo adalah julukan (nama) sepeda tuaku yang sering menemaniku keliling kota di saat-saat waktu senggangku. Kunamai  si “Londo” karena emang sepedaku sudah tua dan katanya dibuat saat-saat jaman penjajahan Belanda dulu. Tetapi walopun sudah tua Londo masih enak untuk dikendarai remnya pakem dan masih unik (orisinil)  sehingga siapapun yang ngeliat pasti suka dengan Londoku itu.

Nih Dia Si Londo

Nih Dia Si Londo

Saat aku mengendarai Londo rasanya nikmat sekali, dengan jok yang empuk dan rem yang pakem serasa seperti naik motor Harley Davidson saja (*ngayal mode on*).

Lagi enek-enaknya mengendarai sepeda, seperti ada yang memanggil namaku…(biasa kalo ada barang antik yang nyetir juga antik, selalu jadi pusat perhatian massa). Setelah Aku lirik ternyata cewe‘ yang parasnya biasa saja,  Akupun kurang minat demikian juga mungkin si Londo remnya tidak pakem, sehingga sepeda ngeluyur saja tanpa henti.

Pas dipertigaan jalan yang  sepi, ada yang manggil Aku lagi dan spontan rem si Londo mendadak pakem hingga aku jatuh tersungkur mencium aspal jalanan.

Kira-kira apa teman blogger… Yang menyebabkan Aku jatuh tersungkur dan mencium aspal jalanan.

Yang bikin Aku terjatuh ada disini

Walopun temen ada yang njawab dan ada yang dibatin aja, tapi semua bener teman, aku melihat gadis itu entah siluman apa bukan aku aseli kaget bukan kepalang  :mrgreen: