Mantene Teka’…Mantene Teka’…..mantene Teka’…..


Perbedaan bahasa terkadang menjadi salah penafsiran dan salah pemahaman. seperti yang dialami oleh dua insan yang akan mengarungi biduk rumah tangga alias jadi pengantin (ngantenan) Yono bujangan asli Gunung kidul Jogya telah kepincut dengan  Lastri gadis manis asli Rancawuluh Kec Bulakamba Kab Brebes  akan menjadikannya Dia (Lastri) sebagai istrinya serta belahan jiwanya dan pelabuhan cinta terakhirnya.

Pacaran nggak begitu lama, tapi keduanya sudah bertekad bulat untuk menjadi pasangan suami istri. Hal ini dikarenakan karena keduanya sudah bukan ABG lagi. Tetapi sudah matang karena keduanya berumur lebih dari 30 tahunan  alias sudah agak lapuk. Tentunya keluarganyapun belum begitu mengenal sosok orang tua masing-masing. Begitupun dari bahasanya yang agak berbeda keduanya. Yono yang asli Yogya dengan bahasa yang begitu halus (jowo), dengan Lastri yang asli Brebes dengan logat jawa pesisir yg terkesan kasar.

Singkat cerita akhirnya keduanya dinikahkan……

Ada kejanggalan saat akan digelar perhelatan di rumah mempelai  wanita (Si Lastri). Saat dipertemukan Si Yono dengan Lastri di rumah mempelai wanita. Begitu Yono keluar dari mobil kemudian jalan melewati gang sempit, banyak anak-anak menyambutnya dengan teriakan seperti ini…..“Mantene Teka….mantene teka’….mantene teka……”

Teriakan tersebut membuat Yono keringetan, dan buru-buru lari ke mobil serta menyuruh sopirnya untuk tancap gas pulang ke rumah.  pihak pengantin wanita dibikin klimpungan buru-buru mengejar Yono ke dalam mobil.

Setelah sampai di mobil buru-buru paman Lastri tanyan sama Yono.“Gimana sih Yon…, kok keringetan gitu…minta pulang lagi….”. Setelah ditanya itu dengan gemetar Yono menjawab…..” Saya gak mau jadi nganten Paman, soalnya anak kecil aja sudahberani mau mencekek saya, gimmana dengan yang tua bisa dibacok saya…….”.

Untung si Paman memahami dengan apa yang ditakuti Yono kemudian beliau menjawab….” owalah…Yon….Yon….kamu ini salah paham, maksud dari anak kecil tadi pengantennya datang……, lha kamu itu pengantennya……”.

Setelah Yono memahami kata yang diucapkan sama anak-anak kecil, dengan penuh percaya diri dia mau keluar dari mobil dan dengan PDnya Yono nyamperin Lastri untuk segera diijab qobulkan.

Translate Brebes to Indonesia

Teka’ = datang

Mantene Teka’ = pengantin datang

Translate Brebes to Yogya

Teka’ = cekik

Mantene Teka’ = pengantin cekik

Iklan

53 Comments

  1. Ping balik: EFAN MANALOE'S BLOG

  2. Ping balik: Award Dariku Untuku Untukmu | vulkanisir.com

  3. Ping balik: CT41. YANG KETIGA – DARIMU UNTUKKU: UNTUKMU « LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI G2

  4. sama ky cerita org Jawa dgn org Sunda yg ngeliat batu dong. Si Sunda bilang “Cokot, Mas” (maksudnya; keras). Sial si Jawa mengira disuruh menggigit (krn dlm Bhs Jawa, “cokot” berarti: gigit). Dia langsung marah2: “Cokot, cokot! Nggak tahu batu itu keras ya? Bisa rontok gigiku!)

  5. Perbedaan bahasa kadang jua menjadikan salah paham dalam penulisan seperti halnya ketika menulis a dan o dalam bahasa jawa.
    celakanya lantaran menulis jawa yang banyak huruf a lantas di kira orang jawa barat..
    namun bagaimanapun jua saya pribadi tetep bangga pada Indonesia yang kaya suku kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s