Putriku Minta yang aneh-aneh

Sore kemarin Saya mengajak jalan-jalan  anak kesayanganku si Putri dengan sepeda yang baru kubeli. Entah kenapa dia merengek-rengek mau naik mobil yang baru saja aku lewati, sampai-sampai Dia menangis minta dibelikan mobil itu.

Waduhhh…alamak..anakku minta mobil (pikirku). Sejenak saya terdiam dan berhenti mengayuh sepeda untuk menenangkan  hati anakku yang sedang gundah minta dibeliin mobil.

” Mending naik sepeda aja Dik…, daripada naik mobil…nanti mobilnya kaya begitu ngga bisa jalan, apa putri mau ndorong…?

Bujuk rayuku ke anak,  dan pas kebetulan di seberang jalan ada mobil yang mogok lagi didorong. Rayuan mautku membuat Putri terdiam sejenak. Dalam hatiku berpikir ternyata anak-anak mudah dikibulin juga, ngga’ kaya emaknya.(heueheueheu….) :mrgreen:

Nih dia mobil yang ditunjuk anakku Nih Dia Mobilnya
Setelah tau ada yang ndorong mobil

Setelah tau ada yang ndorong mobil

Setelah dia terdiam sepeda saya kayuh kembali untuk jalan-jalan lagi. Ditengah persimpangan jalan ada Abang Bakso lewat, anakku merengek lagi minta dibeliin Bakso. Sayapun sejenak terdiam untuk membujuk rayu lagi supaya jangan menangis lagi, karena anakku masih kecil dan belum bisa makan bakso karena emang sebenarnya ngga’ suka bakso (ngga’ seperti emaknya). Deudeudeu…emaknya lagi..! :mrgreen:

Lihat tuh dik, nanti kamu sakit perut seperti anak itu…adik mau..?Bujuk rayuku pada Putriku.

Anak saya terdiam dan berhenti nangisnya. Dalam batinku berkata “ manjur tenan rayuanku, coba emaknya bisa dikibulin seperti Putri….Pastinya ngga’ suka bakso..

Setelah melihat abang bakso

Setelah melihat abang bakso

sakit perut yang saya ceritakan

sakit perut yang saya ceritakan

Tak terasa sepeda kamipun hampir sampai ke rumah, putriku nangis lagi…..

Ibu…Ibu…Ibu ….Putri ikut….” Teriaknya tiba-tiba

Mana Ibu Dik……,itu bukan Ibumu Dik..…?” Kataku..

Lihat Tuh..Dik..itu bukan ibu kamu…tapi….ngga’ tau Deh siapa.

Mungkin ada yang tau itu siapa…?

Iklan

Tragedi Rabu Kliwon

Gara-gara kentut sembarangan Mas Joyo kehilangan segalanya. Dia kehilangan langganan, kehilangan mata pencaharian dan bentar lagi kehilangan istri tercintanya. (wah…wah…kesian amat Mas Joyo ini).

Mau tau kisah yang terjadi sama Mas Joyo….? Ikuti ceritanya.

Seperti biasa Mas Joyo dandan rapih, rambut klimis  dan dengan topi kesayanganya siap untuk bekerja sore hari. Dan biasanya mangkal di alun-alun kota Tegal. Bukan mangkal untuk mengemis, dan bukan mangkal untuk parkir motor/mobil. Tapi Mas Joyo yang asli Solo mangkal untuk berjualan Bakso.

Tahu sendiri kan…bakso Solo emang eunak rasanya…(maknyus jare Pa’ Bondan).

Karena enaknya, bakso Mas Joyo terkenal kemana-mana walopun hanya menggunakan gerobag dorong tetapi dia banyak langganannya. Tua,muda, anak-anak suka dengan Bakso Mas Joyo .

Hari Rabu Kliwon kemarin merupakan hari na’asnya Mas Joyo.  Itu dikarenakan yang membeli Baksonya pada kabur , ngga’ mau bayar dan mungkin terancam  tidak lagi jadi pelanggan setianya. (Sungguh kasian amat Mas Joyo ini, dosa apa yang diperbuat Mas Joyo hingga nasibnya seperti ini...)

Soalnya disela-sela melayani konsumen, Mas Joyo ngga seperti biasanya. Mungkin karena salah makan apa yang lainnya sebelum berangkat, sehingga saat dikerumuni konsumen (mayoritas ibu-ibu)tanpa ada komando Mas Joyo buang gas (lebih tepatnya kentut) secara spontan (berbunyi lagi), udah gitu diapun tanpa permisi lari mungkin untuk buang hajat…(wah…wah..wah..jorok amat Mas Joyo ini..?).

Karuan saja pembeli pada lari dan kapok sama Mas Joyo, ( pembaca pasti tau) itu karena Mas Joyo yang super jorok. Masa sih…bakso dicampur kentut…belum lagi dia be’ol lalu kencing trus ke daganganya melayani bakso megang-megang mie…uhw…rasanya kaya’ apa itu. Satu lagi kalo ada kuman yang masuk…gimana coba..Ikh…jorok..jorok…jorokkk.

Hari berikutnya, tentulah tidak seramai hari kemarin…

Kejadian kentut Mas Joyo menyebar se kota Tegal hingga akhirnya, hari-hari setelah itu blass…ngga ada yang beli baksonya Mas Joyo.

Dan lebih tragisnya lagi istrinyapun minta cerai karena Mas Joyo tidak punya penghasilan. (ya ampyunn…bener-bener kasian deh Mas Joyo…udah jatuh ketimpa tangga pula) 😥

Itulah akhir kisah Mas Joyo yang begitu tragis.

Nih Dia Mas Joyo

Nih Dia Mas Joyo

(cerita ini hanya fiktif belaka, kesamaan nama-nama pemain hanyalah faktor kebetulan, serta tidak mendiskriditkan etnis tertentu dan hanya dagelan semata).