Setanpun Takut dengan rupaku….

Setan, jin, kuntilanak, genderuwo dan sejenisnya diciptkan oleh Allah ta’ ala untuk mengganggu manusia. Supaya ikut jalannya mereka dan berpaling kepadaNya. Oleh karena itu golongan setan dengan tipu dayanya akan senantiasa menggelincirkan umat manusia ke dalam api neraka.

Ngomongin setan saya jadi keingetan waktu jamannya kost dulu. kebetulan di belakang persis ada kuburan yang lumayan luas. Saya menempati kamar atas (lantai 2), sebelahnya ada tempat jemuran siapapun yg lewat tempat jemuran saya merasakan berisiknya orang melangkah karena ada lantainya (dak) yang tertutupi oleh seng.

Hampir tiap malem (sekitar) jam 12 malem menjelang saya tidur selalu aja ada yang berisik. Gak tau itu siapa ….., yang jelas kalo saya ingat-ingat suaranya mereka diam. Dan kalo saya tengok lewat jendela juga mereka diam. Sayapun terganggu dengan keberisikannya kalo malem dan menjelang saya terlelap. Sehingga saya sering tidak bisa tidur kala itu.

Hingga suatu saat sayapun nekat.

Suatu malam saya dan teman saya pengin memberi pelajaran kepada yang sering berisik itu. Kata orang sekitar situ sih kalo mau tidak ditakuti lebih baik menakuti sebelum kamu bener-bener takut. Sayapun mulai pasang strategi  dengan modal muka  dicoreng moreng, pakaian compang-camping serta dilengkapi  pentungan hansip yg saya pinjem dari tetangga, pas jam biasanya berisik saya langsung beraksi. Hahaha……

“Setannnnnn….tunjukkan rupamu…..”teriakku dengan temanku…

Nggak berapa lama saya dan temen saya clingukan karena emang gak ada yg nampak disitu. Saya mengendap ke samping kiri dan temen saya mengendap ke samping kanan. Berulang ulang saya teriak seperti itu seperti orang kesetanan.

Setelah kondisinya aman terkendali, saya dan temen saya meninggalkan tempat jemuran itu dan kembali tidur. Tapi anehnya malam itu benar-benar gak ada gangguan sama sekali.

Menjelang pagi sayapun bangun dan melihat di sebelah teman saya dengan muka yang coreng moreng dan dandanan ala zomby malah lebih menyeramkan daripada setan. Dan mungkin malam itupun setan berpikir kok ada juga ya yang lebih menyeramkan daripada AKu.

Setelah kejadian itu malam-demi malam gak ada yang ngganggu tidurku, gak ada yang berisik di sekitar tempat jemuranku. Dan setelah saya pikir-pikir ternyata ada benernya kata orang sini. Setan itu lebih takut pada manusia yang berpenampilan seperti dirinya.

Photobucket

Setanpun Takut dengan rupaku….

Setan, jin, kuntilanak, genderuwo dan sejenisnya diciptkan oleh Allah ta’ ala untuk mengganggu manusia. Supaya ikut jalannya mereka dan berpaling kepadaNya. Oleh karena itu golongan setan dengan tipu dayanya akan senantiasa menggelincirkan umat manusia ke dalam api neraka.

Ngomongin setan saya jadi keingetan waktu jamannya kost dulu. kebetulan di belakang persis ada kuburan yang lumayan luas. Saya menempati kamar atas (lantai 2), sebelahnya ada tempat jemuran siapapun yg lewat tempat jemuran saya merasakan berisiknya orang melangkah karena ada lantainya (dak) yang tertutupi oleh seng.

 

Hampir tiap malem (sekitar) jam 12 malem menjelang saya tidur selalu aja ada yang berisik. Gak tau itu siapa ….., yang jelas kalo saya ingat-ingat suaranya mereka diam. Dan kalo saya tengok lewat jendela juga mereka diam. Sayapun terganggu dengan keberisikannya kalo malem dan menjelang saya terlelap. Sehingga saya sering tidak bisa tidur kala itu.

Hingga suatu saat sayapun nekat.

Suatu malam saya dan teman saya pengin memberi pelajaran kepada yang sering berisik itu. Kata orang sekitar situ sih kalo mau tidak ditakuti lebih baik menakuti sebelum kamu bener-bener takut. Sayapun mulai pasang strategi  dengan modal muka  dicoreng moreng, pakaian compang-camping serta dilengkapi  pentungan hansip yg saya pinjem dari tetangga, pas jam biasanya berisik saya langsung beraksi. Hahaha……

“Setannnnnn….tunjukkan rupamu…..”teriakku dengan temanku…

Nggak berapa lama saya dan temen saya clingukan karena emang gak ada yg nampak disitu. Saya mengendap ke samping kiri dan temen saya mengendap ke samping kanan. Berulang ulang saya teriak seperti itu seperti orang kesetanan.

Setelah kondisinya aman terkendali, saya dan temen saya meninggalkan tempat jemuran itu dan kembali tidur. Tapi anehnya malam itu benar-benar gak ada gangguan sama sekali.

Menjelang pagi sayapun bangun dan melihat di sebelah teman saya dengan muka yang coreng moreng dan dandanan ala zomby malah lebih menyeramkan daripada setan. Dan mungkin malam itupun setan berpikir kok ada juga ya yang lebih menyeramkan daripada AKu.

Setelah kejadian itu malam-demi malam gak ada yang ngganggu tidurku, gak ada yang berisik di sekitar tempat jemuranku. Dan setelah saya pikir-pikir ternyata ada benernya kata orang sini. Setan itu lebih takut pada manusia yang berpenampilan seperti dirinya.

Photobucket

Bayar 2 ribu ajah…..

Biasa tiap 3 bulan sekali saya harus ke jakarta untuk suatu urusan rutin (tugas kerjaan). Kalo biasanya saya naik kereta yang klas bisnis, kali ini saya mencoba untuk naik bis kelas super eksekutif. Pengin ngerasaian kelas bis yang ini walau sebelumnya cuma kelas bis Patas AC biasa. Perjalananpun lancar tanpa ada aral yang melintang…

Seperti biasanya juga sebelum nyampai tujuan akhir bis transit untuk memberikan kesempatan penumpangnya untuk makan siang, buang air ataupun istirahat saja. Karena bisnya yang super eksekutif tempat istrirahatnya pun termasuk kelas yang mewah juga. Ada restoran yg super eksekutif, food cort sampai pada toilet yang super eksekutif juga.

Saya pun turun seperti penumpang lainnya untuk melepaskan penat sembari makan siang. Tapi sebelumnya karena perjalanan yg lumayan jauh sebelum makan kusempatkan dulu untuk buang air sebentar kebetulan saya sedari tadi agak mules sedikit. Setelah saya tanya-tanya petugas restoran akhirnya saya temukan dimana saya harus membuang kencing ataupun e’e saya saya.

Sesampainya di  toilet umum, saya agak merasa ada yang aneh soalnya di kebanyakan toilet tidak ada tempat kasirnya, tetapi toilet yang satu ini ada layaknya di swalayan, di toilet restoran yang cukup megah ini ada tempat kasir khusus untuk toilet, pake komputer lagi. Daripada penasaran saya beranikan diri  untuk bertanya kepada kasirnya…:

Saya : “Maaf ini bener toilet umum seperti kebanyakan”

Kasir : “Bener mas,  ini toilet umum super canggih, masing-masing toilet ada sensor berat dan volumenya”

Saya   : “Terus nanti bayarnya disini…?”

Kasir   :” betul mas…, nanti  setelah kencing, atau berak tercatat secara otomatis berapa kilo atau berapa liternya  yang sudah dikeluarkan,  di toilet juga full AC  lho mas…. katanya.

Setelah agak lama saya bertanya, perutpun sudah tidak bisa diajak kompromi sayapun langsung masuk ke toilet yang super canggih katanya.

…Heukkkkzzz……Hueukkkkkzzzzz…….sampai di toilet saya langsung ngeden, karena suasananya yang tidak bisanya (ada musiknya, ACnya juga adem) saya nggak bisa berak. Akhirnya saya cuma numpang ngeden saja dan langsung keluar menuju kasir.

Sesampainya di kasir……

Saya  :” Berapa mba’……?”

Setelah kasir memeriksa monitor, ternyata tidak ada jumlah berat TA1  atau air seni yang saya keluarkan, kasir itupun bingung…

KAsir : ” mas tadi ngapain aja sih, kok nggak ada terdeteksi berat ataupun volume yg dibuang….?”

Saya  : ” Emang mba’ saya tadi gak jadi kencing ataupun berak, jawabku”

Kasir : ” Yaudah Mas bayar 2 ribu ajah…..”

Saya : ” Lho kok…saya kan tidak jadi buang kotoran…..?”, jawabku

Kasir : “Betul Mas……, tetapi anda ngeden kan……, disini juga ada sensor ngedennya…….?”

Saya : ” kalo pake berak berapa mba’….?”

Kasir  : “Perkilonya 3 ribu mas…., berhubung anda cuma ngeden jadi cuma  2 ribu ajah…?”

Saya   : ”  Oh…gitu………..*garuk 2x kepala*

Sayapun ngeloyor aja dari toilet, karena bis yang saya tumpangi sudah memanggil-manggil penumpangnya, dan akhirnya saya gak jadi makan siang…………Photobucket

Angkot Setan

mikrolet-ajaibTuyi dapat email dari temen di Jakarta, di email itu menuliskan bahwa akhir-akhir ini waspadalah karena banyak Angkot Setan yang berkeliaran di daerah DKI. Terutama di kawasan Kampung Melayu-Casablanka, Kampung Melayu-Kalibata, dan Rawamangun-Kampung Melayu. Jalur yang sering Tuyi lewati saat Tuyi di Jakarta 5 tahun silam.

Dalam tulisan itu juga mengingatkan “Hati-hati Mungkin Selanjutnya Giliran Anda”.

Ada cerita begini…

Kurang lebih pukul 10 malam, seorang wanita tengah baya ( nenek-nenek untuk lebih tepatnya ), berumur kurang lebih 60 tahun sedang menuju pulang setelah berbelanja buah-buahan di toko daerah  Rawamangun yang tidak jauh dari rumahnya.

Sudah kira-kira 20 menit si Nenek menunggu Angkot (Mikrolet) yang biasa dinaiki pulang tapi yang ditunggu tidak kunjung tiba. Memang biasanya Angkot tersebut sudah berhenti sekitar 21.30 WIB paling malem. Namun entah mengapa si Nenek merasa bahwa masih ada Angkot yang membawanya pulang. Setelah 35 menit menunggu ternyata benar Angkot yang ditunggu si Nenek muncul. Hal yang tidak biasa terjadi, setelah itu naiklah si Nenek ke dalam Angkot yang berisi 3 orang.
Baca lebih lanjut

Ditunjuk Setan

setanKamis pagi tetangga tuyi ada yang meninggal dunia. Malam harinya (malam Jum’at) mengadakan kendurian di rumah orang yang meninggal tadi. Jarak rumah tuyi dengan orang yang meninggal sebenarnya tidak jauh-jauh amat, hanya saja melewati jalan yang agak gelap karena di kampung tuyi lampu penerangan masih jarang listrikpun sering padam karena memakai diesel.

Suasana kendurian benar-benar sakral, hingga yang mengikuti sampai larut malam. Tepat jam 22.00 Wib Kenduripun selesai, semua orang pada pulang begitupun tuyi adanya. Suasana gerimis diringi dengan nyanyian jangkrik dan kodok, tuyi berlalu di kegelapan.

Sesampainya di tempat yang tuyi sebutkan tadi (agak gelap), tuyi melihat sesosok orang tinggi besar penuh bulu pas didepan tuyi, menunjuk ke arah tuyi. Dalam pikiran tuyi apakah ini yang dinamakan Genderuwo…? Antara sadar dan ngga’ sadar tuyipun kringetan dibuatnya. Sambil gemetar tuyi baca-baca “Ayat kursi”. Sampai habis tuyi baca Orang tinggi besar tadi masih menunjuk tuyi. Terus baca lagi surat “Alfatihah” sampai habis…orang tinggi besar tadi masih menunjuk ke arah tuyi, baca Qulhu sampe habis…juga masih nunjuk tuyi. Setelah terdiam sebentar tuyi baru ingat saat-saat kecil tuyi main sweaat. dimana kalo Telunjuk pasti kalah dengan Gajah.

Inget itu langsung saja tuyi kasih jempol tangan kanan tuyi.….dan terjadilah ternyata orang tinggi besar tadi bilang…“Wah..Wah..wahhhh kalah aku…..Yaudah kamu yang menang…”

Serius Amat bacanya ini kan cuma guyonnnnnnnnnnnnn………..